친구야,미안해
“Hey, Apakah kita bisa
berteman sekarang?.”, aku selalu mengucapkan kata-kata itu setiap hari di
telingamu hingga kau bosan dan berkata “Ya, baiklah.”.
Aku juga lelah
sebenarnya harus mengatakan seperti itu setiap hari, terdengar seperti
memaksakan untuk berteman dengan teman yang tak ingin berteman denganku,
menyedihkan. Aku selalu mengatakan itu karena hanya itu yang ingin ku minta
darimu, berteman denganmu. Sebenarnya aku jatuh cinta terhadapmu, tapi aku tak
bisa melakukan apapun selain berkata ingin berteman denganmu. Aku berharap kita
bisa berteman, hanya itu.
Aku
sudah lelah bertengkar denganmu, mengadu mulut denganmu, itu menyakitiku
sebenarnya. Setiap hari setiap kali kita berbicara, yang kami bicarakan
hanyalah mendebatkan masalah perasaan. Lelah sebenarnya, kau tahu itu?. Aku
ingin kita bisa berbicara santai satu sama lain, membicarakan hal yang bisa
kami bicarakan selain mendebatkan perasaan, aku sudah lelah aku ingin berhenti.
Tapi
teman, Aku juga minta maaf, saat kau memberikan kesempatan itu, aku selalu
menyia-nyiakannya dan menghancurkannya. Aku menghancurkannya karena
keegoisanku. Karena perasaan memaksaku dan akhirnya menghancurkan segala
kesempatan yang kau selalu berikan padaku itu.
Aku benar-benar minta
maaf dan maaf juga karena selalu meminta maaf lalu mengulanginya kembali. Aku
selalu menghancurkan kepercayaanmu padaku teman, aku minta maaf. Aku mencoba
berusaha yang terbaik agar tak mengecewakanmu teman, namun aku selalu melakukan
kesalahan yang sama.
Aku benar-benar tak tahu, Tapi teman, Maafkan aku.
Aku akan selalu mengucapkan kata ini setiap hari, “Bisakah kau memaafkanku,
teman ?.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar