Setiap orang pasti memiliki sudut pandang tersendiri mengenai apa itu jurnalistik. Maka dari itu, Saya akan sedikit memaparkan beberapa definisi jurnalistik menurut bahasa, para ahli dan menurut saya sendiri.
Jurnalistik secara harfiah atau etimologi memiliki arti kewartawanan atau kepenulisan. Jurnalistik berasal dari kata dasar dalam bahasa Inggris yaitu “Jurnal” yang berarti laporan atau catatan, dalam bahasa Perancis yaitu “Du Jour” yang berarti Catatan harian, yang sama pengertiannya dengan kata Diurna, dan dalam bahasa Belanda yaitu “Journalistik” yang berarti penyiaran catatan harian.
Namun secara istilah atau terminologis, jurnalistik sangat memiliki banyak arti. Menurut yang tertera dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jurnalistik adalah kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis surat kabar, majalah, atau berkala lainnya. Jurnalistik menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran. Menurut pendapat Sumanang SH, Jurnalistik adalah segala sesuatu yang menyangkut kewartawanan. Sedangkan menurut Roland E. Walseley yang dikutip dari bukunya yang berjudul Understanding Magazine, Jurnalistik adalah proses pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, opini, hiburan, secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan disiarkan di stasiun siaran. Menurut Onong U. Effendi dalam bukunya yang berjudul “Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi” mendefinisikan bahwa Jurnalistik sebagai sebuah tehnik dalam mengelola berita. Mulai dari mendapatkan bahan hingga menyebarkannya kepada masyarakat secara luas. Onong U. Effendi juga mengemukakan bahwa pada mulanya jurnalistik hanya mengelola hal – hal yang bersifat informatif saja. Dan menurut Erik Hodgins selaku Redaktur Majalah Time, mengemukakan bahwa jurnalistik adalah pengiriman informasi dari sini ke sana dengan benar, seksama, dan cepat, dalam rangka membela kebenaran dan keadilan.
Menurut saya, dari apa yang saya pahami, bahasa itu sendiri adalah sarana untuk menyampaikan apa yang ada dalam pikiran yang tentunya menggunakan bahasa yang baik, benar, dan santun serta mudah dipahami. Tentunya fungsi bahasa itu sendiri adalah untuk berkomunikasi.
Sedangkan Jurnalistik itu adalah kegiatan mencari informasi dari mana saja, namun dengan bukti yang akurat dan dapat dipercaya, lalu disebarluaskan melalui media massa kepada masyarakat atau khalayak sebagai konsumen berita. Pencari informasi itu sendiri bukan lain adalah wartawan/reporter/jurnalis.
Jadi jika disimpulkan apa itu bahasa jurnalistik, bahasa jurnalistik adalah bahasa yang digunakan oleh para pencari informasi untuk menyebarluaskan informasi yang akurat dengan menggunakan bahasa yang baik, benar dan santun serta mudah dipahami oleh khalayak selaku konsumen berita melalui media massa.
Menurut saya, dari apa yang saya pahami, bahasa itu sendiri adalah sarana untuk menyampaikan apa yang ada dalam pikiran yang tentunya menggunakan bahasa yang baik, benar, dan santun serta mudah dipahami. Tentunya fungsi bahasa itu sendiri adalah untuk berkomunikasi.
Sedangkan Jurnalistik itu adalah kegiatan mencari informasi dari mana saja, namun dengan bukti yang akurat dan dapat dipercaya, lalu disebarluaskan melalui media massa kepada masyarakat atau khalayak sebagai konsumen berita. Pencari informasi itu sendiri bukan lain adalah wartawan/reporter/jurnalis.
Jadi jika disimpulkan apa itu bahasa jurnalistik, bahasa jurnalistik adalah bahasa yang digunakan oleh para pencari informasi untuk menyebarluaskan informasi yang akurat dengan menggunakan bahasa yang baik, benar dan santun serta mudah dipahami oleh khalayak selaku konsumen berita melalui media massa.
Source :
Suryawati, Indah. 2014. Jurnalistik Suatu Pengantar. Bogor : Penerbit Ghalia Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar